Weekly post

  • Download The Nut Job 2 Subtitle Indonesia

    Download The Nut Job 2 Subtitle Indonesia


    Judul: The Nut Job 2
    Pemain: Will Arnet, Maya Rudolph, Brendan Fraser, Katherine Heigl, Nathan Lee
    Sutradara: peter Lepeniotis, Anthony Bell, Choi Yoon-Suk
    Produser: Open Road Films
    Penulis Skenario: Lorne Cameron, Peter Lepeniotis

    Produksi: Open Road Films




    Umumnya jika sebuah film dibuat sequel hal ini menunjukkan film tersebut menuai sukses di sequel sebelumnya. Demikian juga dengan The Nut Job 2 yang dijadwalkan tayang perdana 15 Januari 2016 ini diharapkan mendulang sukses seperti halnya The Nut Job sebelumnya. Bahkan mungkin jika The Nut Job 2 ini menyamai rekor seri sebelumnya bukan tidak mungkin akan dibuat The Nut Job 3.
    The Nut Job 2 adalah film animasi yang digarap oleh tiga sutradara handal sekaligus Peter Lepeniotis, Anthony Bell, dan Choi Yoon-Suk. Film yang ditulis oleh Lorne Cameron dan Peter Lepeniotis ini menceritakan petualangan seekor tupai yang memiliki tingkat kecerdasan yang luar biasa. Namun disatu sisi ia tetap sosok tupai yang usil dan nakal.

    Film The Nut Job 2 masih ber-genre animasi dan komedi dimana setiap adegan didalamnya akan mengguncang perut kita. Apalagi dengan tingkah-tingkah lucu tupai yang menggemaskan. Seperti yang disebutkan diawal, The Nut Job 2 meneruskan sukses The Nut Job yang beberapa waktu lalu sempat menyedot perhatian pecinta film animasi dunia. Diharapkan The Nut Job 2 yang dibintangi oleh Will Arnet, Maya Rudolph, Brendan Fraser, Katherine Heigl, dan Nathan Lee ini mampu bersaing dan diterima pecinta film animasi komedi di dunia.

    Download


    File.Rock |  MyLinkGen | Idup,IN

    0 komentar

  • Ditemukan Sebuah Kotak Gulungan Film Berabad-abad Lalu di Antartika yang Ternyata Isinya Mengejutkan Seluruh Dunia!!

    Ditemukan Sebuah Kotak Gulungan Film Berabad-abad Lalu di Antartika yang Ternyata Isinya Mengejutkan Seluruh Dunia!!


    Seorang ilmuwan menemukan sebuah kotak di dalam sebuah rumah di Antartika, ternyata dalamnya berisi benda-benda bersejarah yang amatlah berharga! Diantaranya terdapat 22 gulungan film yang merekam kehidupan di Antartika 100 tahun lalu, semua gulungan film ini sudah membeku selama satu abad lamanya. Diperkirakan kotak ini adalah milik tim arkeolog yang tinggal disana kurang lebih tahun 1914-1917. Tim ini harus menghadapi badai salju dan akhirnya menewaskan 3 orang diantaranya.
    1. Ini adalah gulungan film yang berumur 100 tahun tersebut.

    2. Setelah fotonya dicuci cetak, masih bisa terlihat gambaran Antartika di masa itu.
    3. Ini adalah kepala ilmuwan dan ahli geologi Alexander Stevens.
    4. Inilah kutub selatan 100 tahun lalu dengan gunung es raksasanya!
    5. Alexander Stevens saat itu mungkin sedang menjalankan penelitiannya.
    6. Foto ini diprediksi diambil bulan Januari tahun 1915 di pulau Big Razorback.
    7. Hut Point Peninsula di Antartika
    Benar-benar sangat menakjubkan yah sobat cerpen! Ternyata inilah peninggalan berharga dari Antartika 100 tahun lalu!

    0 komentar

  • Novel Ini Ramalkan Titanic Tenggelam 14 Tahun Sebelumnya

    Novel Ini Ramalkan Titanic Tenggelam 14 Tahun Sebelumnya



    Siapa yang tak kenal dengan Titanic? Kapal penupang terbesar Britania Raya di tahun 1912 ini sangat terkenal kisahnya. Tak hanya kisah atau dongeng belaka, kapal ini memang benar-benar adanya. Titanic tenggelam pada tanggal 14 April 1912 di Atlantik Utara setelah menabrak gunung es.
    Titanic
    Namun siapa sangka, tragedi yang terkenal sepanjang masa tersebut sudah diramalkan 14 tahun sebelumnya oleh Morgan Robertson melalui novelnya, Futility. Novel fiksi ini ditulis pada tahun 1898 tentang sebuah kapal yang karam bernama Titan menabrak gunung es.
    Tentu sangat aneh bukan jika melihat novel dan tragedi titanic kala itu. Jika melihat dari sisi waktunya terpaut sangat jauh. Proyek kapal Titanic sendiri mulai dibuat pada 31 Maret 1909.
    Banyak kesamaan yang terjadi antara cerita dalam novel Futility dan tragedi kapal Titanic kala itu. Diataranya yaitu :
    1. Tragedi tersebut sama-sama terjadi pada bulan April.
    2. Karamnya kapal dikarenakan hal yang sama, yaitu menabrak gunung es.
    3. Lokasi karamnya kapal sama, yaitu di Atlantik Utara.
    4. Jumlah baling-balng pada kapal Titan dan Titanic sama-sama berjumlah 3 buah.
    5. Panjang kapal yang kurang lebih sama sekitar 800 kaki.
    6. Jumlah penumpang yang tidak terpaut terlalu jauh, Titan berisi 2500 penumpang dan Titanic berjumlah 2224 penumpang.
    7. Bagian Kapal yang rusak saat kecelakaan kondisinya juga sama, yaitu di bagian depan.
    8. Asal kapal sama-sama dari Britania Raya (Inggris).
    9. Kecepatan puncak pada kapal Titan 25 knot, sedangkan pada kapal Titanic 23 knot.
    Meski banyak kesamaan dalam novel Futility dan tragedi kapal Titanic, ada juga beberapa perbedaan, diantaranya :
    1. Di dalam novel Futility, Kapal Titan digambarkan menabrak gunung di es pada saat malam hari dengan kondisi sekitarnya sangat berkabut. Sedangkan pada tragedi kapal Titanic kala itu, kondisi langit malam terlihat cerah.
    2. Kapal Titan di dalam novel Futility karam setelah beberapa kali melakukan pelayaran. Namun tragedi kapal Titanic karam pada pelayaran pertamanya.
    Untuk rute perjalanannya sendiri berbeda namun ada kemiripan. Kapal Titanic berlayar dari Inggris menuju New York, sedangkan kapal Titan melakukan arah sebaliknya, yaitu dari New York ke Inggris namun tetap karam di tempat yang sama.
    Futility
    Cukup aneh memang dengan banyaknya kemiripan hal yang terjadi tersebut. Saat ini, novel Futility sendiri sudah berubah namanya menjadi “Futility, or The Wreck of Titan” akibat tragedi kapal Titanic. Banyak yang beranggapan bahwa pembuatan novel tersebut di campuri hal mistis. Namun tidak ada yang tahu hal tersebut kecuali Morgan Robertson, pencipta novel Futility.

    0 komentar

  • Sejarah Lagu Lingsir Wengi Adalah 'Unen-Unen' Doa Sunan Kalijaga, Bukan Lagu Pemanggil Kuntilanak

    Sejarah Lagu Lingsir Wengi Adalah 'Unen-Unen' Doa Sunan Kalijaga, Bukan Lagu Pemanggil Kuntilanak



    Ada yang perlu digaris bawahi dalam penafsiran masyarakat yang salah menempatkan lagu Lingsir Wengi ini sebagai lagu yang memiliki image negatif, atau menyeramkan bahkan dilarang untuk menyanyikannya dalam waktu-waktu tertentu. Konon kata mereka lagu ini bisa mendatangkan kehadiran sosok makhluk gaib yang bernama kuntilanak.
    Entah ini penafsiran dari mana, yang jelas semenjak lagu ini digunakan sebagai soundtrack film Kuntilanak, masyarakat yang tidak tahu menahu asal-usul lagu ini pun mulai memiliki pandangan yang berbeda terhadap lagu ini. Dan kebanyakan dari pandangan itu mengarah kepada hal-hal yang berbau mistik dan negatif.
    Untuk itu, perlu dijelaskan kepada mereka bahwa pandangan mereka itu sebenarnya salah. Lagu Lingsir Wengi ini diciptakan oleh penciptanya bukanlah sebagai lagu pemanggil makhluk gaib ataupun sejenisnya. Nah, untuk menjelaskannya, mari kita telusuri sejarah lagu ini. Kita harus kembali ke jamannya para Wali Songo.
    Sejarah Lingsir Wengi

    Catat baik-baik, lagu atau kidung Lingsir Wengi ini aslinya dibuat oleh Sunan Kalijaga, yaitu salah satu wali dari Wali Songo yang terkenal di pulau jawa karena mengajarkan kebaikan dengan mengenalkan dan mengajarkan agama Islam di tanah jawa.

    Sunan Kalijaga yang mempunyai nama kecil Raden Said ini memiliki nama-nama lain seperti Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban, dan Raden Abdurrahman. Dan ternyata Beliau lah yang menciptakan kidung Lingsir Wengi tersebut.
    Sejarah Lingsir Wengi

    Sunan Kalijaga menciptakan kidung Lingsir Wengi ini dengan memakai pakem gending Jawa yaitu Macapat. Pakem Macapat ini terdiri dari 11 macam pakem yang salah satunya yaitu pakem Durma yang dipakai dalam Lingsir Wengi. Biasanya, lagu-lagu yang memakai Pakem Durma harus mencerminkan suasana yang keras, sangar, suram, kesedihan, bahkan bisa mengungkapkan sesuatu yang mengerikan dalam kehidupan. Oleh sebab itu, lagu Lingsir Wengi dilantunkan dengan perasaan yang lembut, tempo pelan, dan sangat menyayat hati.
    Asal usul lagu lingsir wengi ini merupakan asli ciptaan dari sunan kalijaga, dengan tujuan lagu tersebut dibuat seperti halnya ‘unen-unen′. 'Unen-unen' yang dalam masyarakat jawa/kejawen sebagai pengganti dzikir/wirid oleh muslim jawa pada waktu dulu sehabis melakukan sholat malam. 
    Lagu Lingsir Wengi dipakai oleh sunan Kalijaga setelah melakukan shalat malam yang berfungsi untuk menolak bala atau mencegah perbuatan makhluk gaib yang ingin mengganggu. Selain itu makna lagu tersebut tersirat menyatakan sebuah cinta dan doa kepada Allah SWT.
    Coba saja Anda pelajari lirik lagunya berikut ini:
    versi asli sunan kalijaga:
    Lingsir Wengi (menjelang tengah malam)
    Sepi durung biso nendro (sepi tidak bisa tidur)
    Kagodho mring wewayang (tergoda bayanganmu)
    Kang ngrerindhu ati (di dalam hatiku)
    Kawitane (permulaanya)
    Mung sembrono njur kulino (hanya bercanda kemudian terbiasa)
    Ra ngiro yen bakal nuwuhke tresno (tidak mengira akan jadi cinta)
    Nanging duh tibane aku dewe kang nemahi (kalau sudah saatnya akan terjadi pada diriku)
    Nandang bronto (menderita sakit cinta/jatuh cinta)
    Kadung loro (terlanjur sakit(cinta))
    Sambat-sambat sopo (aku harus mengeluh kepada siapa)
    Rino wengi (siang dan malam)
    Sing tak puji ojo lali (yang saya cinta jangan lupakan ku)
     
    Janjine mugo biso tak ugemi (janjinya kuharap tak diingkari)

     
    Tidak seram bukan, maknanya tersirat dengan rasa cinta. coba bandingkan dengan lagu lingsir wengi yang telah diganti liriknya versi film kuntilanak (plesetan lagu asli): 
     
     
    Lingsir wengi (Menjelang malam)
     
    sliramu tumeking sirno (dirimu akan lenyap)
     
    Ojo tangi nggonmu guling (Jangan bangun dari tempat tidurmu)
     
    Awas jo ngetoro (Awas jangan menampakkan diri)
     
    Aku lagi bang wingo wingo (Aku sedang dalam kemarahan besar)
     
    Jin setan kang tak utusi (Jin dan setan yang kuperintah)
     
    Dadyo sebarang (Menjadi perantara)
     
    Wojo lelayu sebet (Untuk mencabut nyawamu)
     
    Sejarah Lingsir Wengi

    Penggunaan lagu Lingsir Wengi yang diganti atau diplesetkan liriknya sebagai lagu latar dari film Kuntilanak Indonesia menjadikan lagu ini dipandang negatif  dan disalah artikan meskipun liriknya berbeda tapi dianggap sama oleh masyarakat. Sehingga membuat para pendengar lagu tersebut menjadi ketakutan karena akan kedatangan makhluk gaib ketika mendengar lagu ini.
    Padahal dulunya, lagu Lingsir Wengi ini biasa dinyanyikan oleh ibu-ibu untuk menidurkan anaknya di kala malam yang sunyi, yang berfungsi agar si anak diberikan perlindungan oleh Tuhan yang Maha Pelindung. Tak heran lagu ini pun memiliki nama lain yaitu kidung Rumekso Ing Wengi.

    Maka intinya, lagu Lingsir Wengi itu bukanlah lagu pemanggil makhluk ghaib, setan, ataupun kuntilanak, melainkan lagu yang berisi pesan tersirat untuk kebaikan.
     
    Dan itulah dia tipuan setan yang merubah ubah karya seorang muslim . Semoga dengan membaca posting ini tidak ada lagi orang yang akan tertipu dengan hal hal kuno tersebut . Jangan takut kepada hantu dan setan , takutlah kepada Sang Khalik yang menciptakan mereka dan kita serta seluruh alam semesta ini yaitu ALLAH . Sekian dari saya , lebih dan kurang saya mohon maaf . Karna segala kesempurnaan adalah milik Allah bukan makhluk . 

    0 komentar

  • Heboh, PNS Pekalongan Ini Mengaku Utusan Tuhan, Ayat-ayat Bermunculan dari Kepala, Dada dan Punggung

    Heboh, PNS Pekalongan Ini Mengaku Utusan Tuhan, Ayat-ayat Bermunculan dari Kepala, Dada dan Punggung



    Warga Kabupaten Pekalongan digegerkan adanya pengakuan seorang wanita sebagai utusan Tuhan dan memiliki sebuah kitab suci.
    Warga Karangdadap, Kabupaten Pekalongan itu bernama Sri Hartati (47), yang masih berstatus pegawai negeri sipil (PNS), dan mengajar di SDN Karangdadap.
    Sri mengaku mengalami perjalanan spiritual yang luar biasa sejak jatuh sakit pada 2009 silam.
    Bahkan dokter sudah memvonisnya hanya mampu bertahan hidup maksimal selama satu minggu.
    "Dokter sudah menyerah, dan saya dipulangkan ke rumah setelah divonis hanya bertahan satu minggu," jelas dia, saat ditemui di rumahnya, Desa Kalijambe, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, Jumat (3/6/2016).
    Kondisi kesehatannya saat itu menurun drastis, bahkan tidak bisa bangun dari tempat tidur. Sehingga mandi cuci kakus (MCK) pun dilaluinya di atas ranjang.
    Tubuhnya terasa dingin, sakit pada bagian perut sebelah kanan, dan bagian punggungnya tercium aroma busuk.
    Namun pada 2009-2010 itulah, tiba-tiba pengalaman spiritual itu muncul yakni anak dan suaminya Agus Triharyanto mengalami kerasukan makhluk halus.
    "Suami saya kalau kerasukan itu sampai muntah-muntah. Setelah kerasukan, saya dipegang dan sembuh dari penyakit saya pada 2010," jelas dia.
    Sejak saat itulah, muncul ayat-ayat berbahasa arab dari kepala, dada dan punggungnya setiap merasakan kesakitan.
    Ayat-ayat itu langsung diartikan dan ditulis menggunakan bahasa latin sehingga mudah untuk dipahami.
    "Kalau saya menulis menggunakan bahasa arab takutnya salah diartikan, makanya menggunakan bahasa latin," ujar dia.
    Ayat-ayat tersebut, kini sudah dibukukan dan diberi nama Alkitab Na'sum yang berjumlah 317 halaman.
    Beberapa di antara buku-buku itu sudah diminta sejumlah masyarakat yang mempercayainya bahkan sudah sampai ke Jakarta.
    "Buku ini dari perjalanan spiritual dari 2010 sampai November 2015, yang terbaru 2016 ini belum sempat dibukukan. Buat yang mau minta ya saya kasih, ada tamu saya dari Solo, Semarang, Batang, dan Jakarta," jelas dia. (*)
     
    Bagi anda yang ingin melihat kitab itu silahkan kunjungi blog INI . Trims sudah hadir dan melihat lihat blog kecil saya ini . Saya mohon doa dari para sahabat supaya terus menyebarluaskan blog ini supaya di kemudian hari blog ini akan menjadi sebuah blog yang terkenal . Selamat Berpuasa Bagi yang merayakannya . Minal Aidin Wal Faidzin < Mohon maaf lahir dan batin .....

    0 komentar

  • Inilah Pertanyaan Spiritual Presiden Soekarno Yang Selama 10 Tahun Belum Terjawab, Akhirnya Dijawab Professor Cerdas Ini

    Inilah Pertanyaan Spiritual Presiden Soekarno Yang Selama 10 Tahun Belum Terjawab, Akhirnya Dijawab Professor Cerdas Ini

    Mungkin ini adalah pertemuan sakral yang dialami oleh Prof. DR. H. Kadirun Yahya, Msc – seorang angkatan 1945, ahli sufi, ahli fisika dan metafisika dan pernah menjabat sebagai rektor Universitas Panca Budi, Medan – dengan Presiden RI pertama Ir. Soekarno.
    Ia bersama rombongan saat itu diterima di beranda Istana Merdeka (sekitar bulan Juli 1965) bersama dengan Prof. Ir. Brojonegoro (alm), Prof. dr. Syarif Thayib, Bapak Suprayogi, Admiral John Lie, Pak Sucipto Besar, Kapolri, Duta Besar Belanda.

    “Wah, pagi-pagi begini saya sudah dikepung oleh 3 Profesor-Profesor” kelakar Ir. Soekarno membuka dialog ketika menemui rombongan Prof. Kadirun Yahya beserta rombongan. Kemudian Presiden Soekarno mempersilakan rombongan tamunya untuk duduk.
    “Profesor Kadirun Yahya silakan duduk dekat saya”, pinta presiden Soekarno kepada Prof. Kadirun Yahya, terkesan khusus.

    “Professor, ik horde van jou al sinds 4 jaar, maar nu pas onmoet ik jou, ik wou je eigenlijk iets vragen (saya dengar tentang engkau sudah sejak 4 tahun, tapi baru sekarang aku ketemu engkau, sebenarnya ada sesuatu yang akan aku tanyakan padamu),” kata presiden Soekarno dengan bahasa Belanda.
    “Ya, tentang apa itu Bapak Presiden…?”
    “Tentang sesuatu hal yang sudah kira-kira 10 tahun, saya cari-cari jawabannya, tapi belum ketemu jawaban yang memuaskan. Saya sudah bertanya pada semua ulama dan para intelektual yang saya anggap tahu. Tetapi semua jawabannya tetap tidak memuaskan saya.”
    “Lantas soalnya apa bapak Presiden?”
    “Saya bertanya terlebih dahulu tentang yang lain, sebelum saya majukan pertanyaan yang sebenarnya” jawab Presiden Soekarno.
    “Baik Presiden” kata Prof. Kadirun Yahya
    “Manakah yang lebih tinggi, Presiden atau Jenderal atau Profesor dibanding dengan sorga?” tanya Presiden. “Sorga” jawab Prof.Kadirun Yahya.
    “Accoord (setuju)”, balas Presiden terlihat lega.
    Menyusul Presiden bertanya untuk soal berikutnya. “Lantas manakah yang lebih banyak dan lebih lama pengorbanannya antara pangkat-pangkat dunia yang tadi dibanding dengan pangkat sorga?” tanyanya.

    “Untuk Presiden, Jenderal, Profesor harus berpuluh-puluh tahun berkorban dan ber-abdi pada Negara, nusa dan bangsa atau pada ilmu pengetahuan. Sedangkan untuk mendapatkan sorga harus berkorban untuk Allah segala-galanya. Berpuluh-puluh tahun terus menerus, bahkan menurut agama Hindu atau Budha harus beribu-ribu kali hidup dan berabdi, baru barangkali dapat masuk Nirwana,” jawab Prof. Kadirun.

    “Accoord”, kata Bung Karno (panggilan akrab Presiden).
    “Nu heb ik je te pakken Professor (sekarang baru dapat kutangkap engkau Profesor)” lanjut Bung Karno. Tampak mukanya cerah berseri dengan senyumnya yang khas. Dan kelihatannya Bung Karno belum ingin cepat-cepat bertanya untuk yang pokok masalah. “Saya cerita sedikit dulu” kata Bung Karno.
    “Silakan Bapak Presiden”.
    “Saya telah melihat teman-teman saya meninggal dunia lebih dahulu dari saya, dan hampir semuanya matinya jelek karena banyak dosa rupanya. Sayapun banyak dosa dan saya takut mati jelek. Maka saya selidiki Al-Quran dan Al-Hadits bagaimana caranya supaya dengan mudah hapus dosa saya dan dapat ampunan dan bisa mati tersenyum.”

    “Lantas saya ketemu dengan satu Hadits yang bagi saya berharga. Bunyinya kira-kira sebagai berikut : Rasulullah berkata; Seorang wanita penuh dosa berjalan di padang pasir, bertemu dengan seekor anjing dan kehausan. Wanita tadi mengambil gayung yang berisikan air dan memberi minum anjing yang kehausan itu. Rasul lewat dan berkata: Hai para sahabatku. Lihatlah, dengan memberi minum anjing itu, hapus dosa wanita itu dunia dan akhirat. Ia ahli sorga”.

    “Nah Profesor, tadi engkau katakan bahwa untuk mendapatkan sorga harus berkorban segala-galanya, berpuluh-puluh tahun untuk Allah baru dapat masuk sorga. Itupun barangkali. Sementara sekarang seorang wanita yang berdosa dengan sedikit saja jasa, itupun pada seekor anjing pula, dihapuskan Tuhan dosanya dan ia ahli sorga. How do you explain it Professor?” Tanya Bung Karno lanjut. Profesor Kadirun Yahya terlihat tidak langsung menjawab. Ia hening sejenak. Lantas berdiri dan meminta kertas.

    “Presiden, U zei, det U in 10 jaren’t antwoord niet hebt kunnen vinden, laten we zien (Presiden, tadi bapak katakan dalam 10 tahun tak ketemu jawabannya, coba kita lihat), mudah-mudahan dengan bantuan Allah dalam 2 menit saja saya coba memberikan jawabannya dan memuaskan”, katanya.
    Keduanya adalah sama-sama eksakta, Bung Karno adalah seorang insinyur dan Profesor Kadirun Yahya adalah ahli kimia/fisika.
    Di atas kertas Prof. Kadirun mulai menuliskan penjelasannya.
    10/10 = 1 ;
    “Ya” kata Presiden.
    10/100 = 1/10 ; “Ya” kata Presiden.
    10/1000` = 1/100 ;
    “Ya” kata Presiden.
    10/10.000 = 1/1000 ;
    “Ya” kata Presiden.
    10 / ∞ (tak terhingga) = 0 ;
    “Ya” kata Presiden.
    1000.000 … / ∞ = 0 ;
    “Ya” kata Presiden.
    (Berapa saja + Apa saja) /∞ = 0;
    “Ya” kata Presiden.
    Dosa / ∞ = 0 ;
    “Ya” kata Presiden. ———————————————–“
    Nah…” lanjut Prof,
    1 x ∞ = ∞ ;
    “Ya” kata Presiden
    ½ x ∞ = ∞ ;
    “Ya” kata Presiden.
    1 zarah x ∞ = ∞ ;
    “Ya” kata Presiden.
    “… ini artinya, sang wanita, walaupun hanya 1 zarah jasanya, bahkan terhadap seekor anjing sekalipun, mengkaitkan, menggandengkan gerakannya dengan yang Maha Akbar.”
    “Mengikutsertakan yang Maha Besar dalam gerakan-gerakannya, maka hasil dari gerakannya itu menghasilkan ibadah yang begitu besar, yang langsung dihadapkan pada dosa-dosanya, yang pada saat itu juga hancur berkeping-keping. Ditorpedo oleh PAHALA yang Maha Besar itu. 1 zarah x ∞ = ∞ Dan, Dosa / ∞ = 0.
    Ziedaar hetantwoord, Presiden (Itulah dia jawabannya Presiden)” jawab Profesor.

    Bung Karno diam sejenak . “Geweldig (hebat)” katanya kemudian. Dan Bung Karno terlihat semakin penasaran.
    Masih ada lagi pertanyaan yang ia ajukan. “Bagaimana agar dapat hubungan dengan Tuhan?” katanya.
    Profesor Kadirun Yahya pun lanjut menjawabnya. “Dengan mendapatkan frekuensi-Nya. Tanpa mendapatkan frekuensi-Nya tak mungkin ada kontak dengan Tuhan.”
    “Lihat saja, walaupun 1 mm jaraknya dari sebuah zender radio, kita letakkan radio dengan frekuensi yang tidak sama, maka radio kita itu tidak akan mengeluarkan suara dari zender tersebut. Begitu juga dengan Tuhan, walaupun Tuhan berada lebih dekat dari kedua urat leher kita, tak mungkin ada kontak jika frekuensi-Nya tidak kita dapati”, jelasnya.
    “Bagaimana agar dapat frekuensi-Nya, sementara kita adalah manusia kecil yang serba kekurangan ?” tanya Presiden kemudian.
    “Melalui isi dada Rasulullah” jawab Prof.
    “Dalam Hadits Qudsi berbunyi yang artinya : Bahwasanya Al-Quran ini satu ujungnya di tangan Allah dan satu lagi di tangan kamu, maka peganglah kuat-kuat akan dia” (Abi Syuraihil Khuza’ayya.r.a), lanjutnya.

    Prof menyambung, “Begitu juga dalam QS.Al-Hijr :29 – Maka setelah Aku sempurnakan dia dan Aku tiupkan di dalamnya sebagian rohKu, rebahkanlah dirimu bersujud kepadaNya”.
    “Nur Illahi yang terbit dari Allah sendiri adalah tali yang nyata antara Allah dengan Rasulullah. Ujung Nur Illahi itu ada dalam dada Rasulullah. Ujungnya itulah yang kita hubungi, maka jelas kita akan dapat frekuensi dari Allah SWT”, kata Prof.

    Prof melanjutkan, “Lihat saja sunnatullah, hanya cahaya matahari saja yang satu-satunya sampai pada matahari. Tak ada yang sampai pada matahari melainkan cahayanya sendiri. Juga gas-gas yang saringan-saringannya tak ada yang sampai matahari, walaupun ‘edelgassen’ seperti : Xenon, Crypton, Argon, Helium, Hydrogen dan lain-lain. Semua vacuum!

    Yang sampai pada matahari hanya cahayanya karena ia terbit darinya dan tak bercerai siang dan malamnya dengannya. Kalaulah matahari umurnya 1 (satu) juta tahun, maka cahayanyapun akan berumur sejuta tahun pula. Kalau matahari hilang maka cahayanyapun akan hilang. Matahari hanya dapat dilihat melalui cahayanya, tanpa cahaya, mataharipun tak dapat dilihat”.
    “Namun cahaya matahari, bukanlah matahari – cahaya matahari adalah getaran transversal dan longitudinal dari matahari sendiri (Huygens)”, jelas Prof.
    Prof menyimpulkan, “Dan Rasulullah adalah satu-satunya manusia akhir zaman yang mendapat Nur Illahi dalam dadanya. Mutlak jika hendak mendapatkan frekuensi Allah, ujung dari nur itu yang berada dalam dada Rasulullah harus dihubungi.”
    “Bagaimana cara menghubungkannya, sementara Rasulullah sudah wafat sekian lama?” tanya Presiden. “
    Prof menjawab, “Memperbanyak sholawat atas Nabi tentu akan mendapatkan frekuensi Beliau, yang otomatis mendapat frekuensi Allah SWT.

    –Tidak kukabulkan doa seseorang, tanpa shalawat atas Rasul-Ku. Doanya tergantung di awang-awang – (HR. Abu Daud dan An-Nasay).
    Jika diterjemahkan secara akademis mungkin kurang lebih : “Tidak engkau mendapat frekuensi-Ku tanpa lebih dahulu mendapat frekuensi Rasul-Ku”.
    Sontak Presiden berdiri. “You are wonderful” teriaknya. Sejurus kemudian, dengan merangkul kedua tangan profesor, Presidenpun bermohon : “Profesor, doakan saya supaya dapat mati dengan –Tidak kukabulkan doa seseorang, tanpa shalawat atas Rasul-Ku. Doanya tergantung di awang-awang – (HR. Abu Daud dan An-Nasay).
    Jika diterjemahkan secara akademis mungkin kurang lebih : “Tidak engkau mendapat frekuensi-Ku tanpa lebih dahulu mendapat frekuensi Rasul-Ku”.
    Sontak Presiden berdiri. “You are wonderful” teriaknya. Sejurus kemudian, dengan merangkul kedua tangan profesor, Presidenpun bermohon : “Profesor, doakan saya supaya dapat mati dengan tenang.

    0 komentar

  • 15 wisata Indonesia yang mirip dan nggak kalah dari luar negeri---Wajib Share---

    15 wisata Indonesia yang mirip dan nggak kalah dari luar negeri---WooooW...


    Saat ini traveling memang bukan hanya menjadi sebuah hobi namun juga sebagai gaya hidup, khususnya para anak muda. Di mana pun tujuannya, setiap perjalanan tentunya akan memberikan pengalaman tersendiri baik itu traveling di Indonesia maupun di luar negeri.
    Sayangnya tak semua orang bisa dengan mudah bepergian ke luar negeri, selain ribetnya mengurus paspor dan visa, kendala biaya juga yang menjadi masalah utama. Maka dari itu, kali ini Jumat (15/1) Mandrak Com telah merangkumkan 15 lokasi wisata Indonesia yang mirip dan tidak kalah dengan luar negeri. Kira-kira salah satunya ada di kotamu nggak?

    1. Tugu Simpang Lima Kediri - Arc de Thriomphe di Paris, Perancis
    2. Candi Sukuh di Karanganyar - Piramid Maya di Meksiko
    3. Sleeping Buddha di Mojokerto - Sleeping Buddha di Hatyai, Thailand
    4. Penginapan terapung di Pantai Ora, Maluku - Pantai di Maladewa
    5. Brown Canyon di Semarang - Grand Canyon di Amerika Serikat
    MASIH BANYAK LAGI:
    (brl/pep)
    Page 2



    6. Pagoda Avalokitesvara, Semarang - Pagoda Sun Moon Lake Taiwan
    7. Floating Market di Banjarmasin - Floating market di Thailand
    8. Bunga sakura di Kebun Raya Cibodas - Taman sakura di Jepang
    9. Patung Yesus di Toraja - Patung Yesus di Brasil
    10. Perbukitan di desa wisata Gedangsari Jogja - Perbukitan di Selandia Baru
    YANG TERAKHIR INI AKAN BIKIN TAKJUB
    11. Rumah Hobbit di Lembang Bandung - Rumah Hobbit di Auckland, Selandia Baru

    12. Masjid An-Nur di Pekanbaru - Taj Mahal di India

    13. Goa Gong di Pacitan - Goa Phong Nha di Vietnam

    14. Sungai Maron di Pacitan - Sungai Amazon

    15. Patung singa di Bontang - Patung Merlion di Singapura

    0 komentar

  • Copyright © 2013 - Nisekoi - All Right Reserved

    Mandrak Com Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan